BPJS Ketenagakerjaan Pacitan Terus Perbanyak Jumlah Agen Perisai


Posted : 09-07-2018 10:34:40

SuaraKarya.id - SURABAYA: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus memperbanyak agen Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) di Kabupaten Pacitan. Program ini diharapkan bisa mendukung percepatan pemberian perlindungan kepada para pekerja di wilayah yang upah minimum regional (UMR)-nya terendah di Jatim tersebut.
Menurut Kepala BPJS Ketenagakerjaan KCP Pacitan, Indra Gunawan, percepatan itu dilakukan seiring dengan semakin bertambahnya resiko kecelakaan kerja di wilayahnya. "Kami tidak ingin ada keluarga pekerja yang langsung jatuh miskin, gara-gara ada masalah dengan pencari nafkahnya," ujarnya, Minggu (8/7/2018).

Terkait dengan hal tersebut, pihaknya menggelar pelatihan pada puluhan tenaga Perisai untuk mengajak masyarakat menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Mereka diajari cara melakukan sosialisasi, edukasi, merekrut kepesertaan atau melakukan pendaftaran, dan mengcollect iuran.

Tugas ini akan lebih mudah bila Perisai ini memiliki komunitas. Pihak BPJS Ketenagakerjaan sendiri menyediakan fee atau insentif yang nominalnya cukup besar.

Para Perisai itu nantinya akan mendapat komisi 7,5 persen dari iuran yang ter-collect. Ada juga flat fee sebesar Rp 500 ribu per bulan, bila mereka mendaftarkan peserta minimal 50 orang per bulan.

Selain akan menambah jumlah kepesertaan, kata Indra, perekrutan Perisai ini juga berpotensi melambungkan jumlah pengumpulan iuran kepesertaan. Program ini juga membuka lapangan kerja baru dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) masyarakat Pacitan.

Sebelumnya, Dirut BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengakui besarnya peran agen Perisai untuk mengatasi keterbatasan jumlah karyawannya. "Mereka juga lebih paham situasi lapangan dan lebih dekat dengan masyarakat setempat," ujarnya.

Berkat kedekatannya dengan masyarakat, kata Agus, saat ini ada agen Perisai yang bahkan mendapat fee rutin antara Rp15-25 juta perbulan. Tapi secara nasional, rata-rata setiap agen Perisai mendapat fee Rp2-3 juta perbulan. ***

Editor : Laksito Adi Darmono