Pemkab Harap BPJS Ketenagakerjaan Gencar Sosialisasikan Program di Manggarai Barat


Posted : 14-09-2018 16:34:02

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (BPJS TK) atau disebut BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat mensosialisasikan program jaminan sosial minimal tiga bulan di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bupati Manggarai Barat, Agustinus Ch. Dalu menyampaikan hal itu saat ditemui pada peresmian Desa Sadar Jaminan Sosial di Desa Batu Cermin, Manggarai Barat, seperti ditulis Jumat (14/9/2018).

"Semua masyarakat akan sangat terbantu karena untuk pensiun, sakit. Menurut saya perlu sosialisasi pihak kantor cabang pembantu (KCP BPJS Ketenagakerjaan) supaya minimal tiga bulan sekali sosialisasi. Ini sangat bermanfaat di Manggarai Barat," ujar dia.


Apalagi saat ini Manggarai Barat sedang gencar membangun terutama di daerah Labuan Bajo. Daerah Labuan Bajo termasuk salah satu wilayah tujuan prioritas untuk pengembangan sektor pariwisata. Oleh karena itu, perhatian pemerintah sangat besar untuk pembangunan sarana dan prasarana untuk mendukung Manggarai Barat.

Selain itu, pembangunan yang gencar dilakukan menurut Agustinus, mendorong masyarakat yang bekerja di sektor konstruksi, ditambah pekerja di sektor pariwisata antara lain hotel dan pariwisata. Oleh karena itu, ada program jaminan sosial dari BPJS Ketenagakerjaan diperlukan.

Ia juga mengapresiasi ada kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. Hal ini dapat membantu dalam sosialisasikan program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Akan tetapi, ia juga mengharapkan staf di kantor cabang tersebut dapat bertambah untuk mensosialisasikan program BPJS Ketenagakerjaan sehingga dapat memberikan perlindungan jaminan sosial terutama para pekerja.

"Ada BPJS Ketenagakerjaan ini seperti sedia payung sebelum hujan. Dengan ada KCP Labuhan Bajo selalu berkomunikasi dengan kami. Tiga bulan sosialisasi. Namun ini hanya tiga orang di KCP Labuhan Bajo, Manggarai Barat," tutur dia.


Sebelumnya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau disebut BPJS Ketenagakerjaan memberikan dan meresmikan program perlindungan bagi aparatur desa di Desa Batu Cermin, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis 13 September 2018.

Dengan ada jaminan sosial ini juga diharapkan seluruh pekerja dengan berbagai latar belakang profesi masyarakat di Desa Batu Cermin dapat terlindungi program BPJS Ketenagakerjaan.

Selain itu juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah tersebut. Apalagi Labuan Bajo juga punya Pulau Komodo yang mendatangkan manfaat bagi pertumbuhan ekonominya.

Pendaftaran seluruh aparatur desa Batu Cermin pada program perlindungan BPJS Ketenakerjaan diresmikan langsung oleh Direktur Kepersetaan BPJS Ketenagakerjaan, E.Ilyas Lubis dan Bupati Manggarai Barat Agustinus Ch.Dula didampingi Anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Rekson Silaban di Kantor Kepala Desa Batu Cermin, Kabupaten Manggarai Barat.

"Desa Batu Cermin kami pilih karena telah memenuhi beberapa persyaratan yang telah ditetapkan oleh BPJS Ketenagakerjaan, salah satu diantaranya telah terdaftarnya kepala desa dan perangkatnya pada program BPJS Ketenagakerjaan," ujar Ilyas seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis pekan ini.

Adapun Program Desa Sadar Jaminan Sosial ini merupakan inovasi dari BPJS Ketenagakerjaan untuk bekerja sama dengan aparat desa dalam memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat pekerja di desa agar lebih memahami manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan.

Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini telah dilaksanakan di beberapa daerah pada 2017 sebanyak 276 desa. Ditargetkan pada 2018 akan dibentuk 200 desa yang sebagiannya akan diresmikan sebagai desa sadar jaminan sosial ketenagakerjaan.

"Tujuan dibentuknya Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan ini agar masyarakat Desa mengenal lebih dekat program-program BPJS Ketenagakerjaan sehingga menimbulkan kesadaran akan pentingnya perlindungan jaminan sosial ini, juga agar muncul kesadaran para perangkat desa untuk mensejahterakan masyarakatnya yang juga para pelaku ekonomi, antara lain dalam bidang: Yayasan/BUMDes, tenaga ahli/pendamping desa," ujar Ilyas.

Ia menambahkan, apalagi Labuan Bajo pada umumnya memiliki kekayaan alam yang tak dimiliki wilayah lain di Indonesia.

"Sektor pariwisata saja semestinya dapat mendorong berputarnya roda perekonomian dengan signifikan jika dikelola dengan baik, belum lagi sektor kekayaan laut dgn keanekaragamannya yang mampu melejitkan wilayah ini sebagai penghasil budi daya laut," tambah Ilyas.

Lebih lanjut ia menuturkan, hal ini juga tertuang dalam Nawa Cita Presiden Joko Widodo poin tiga, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka Negara dan Kesatuan.

"Serta poin 5 meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan program "Indonesia Kerja" dan "Indonesia Sejahtera" dalam mendorong land reform serta Jaminan Sosial untuk seluruh rakyat di tahun 2019," kata Ilyas.