BPJS TK Salurkan JKM Rp 24 Juta, Ahli Waris Bersyukur


Posted : 11-02-2019 09:43:25

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Sebanyak 3 orang ahli waris yang menerima santunan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan Siak amat bersyukur.

Pasalnya, dana santunan yang diterima dapat meringankan beban keluarga ahliwaris.

Program pemberian santunan JKM itu sekaligus bersamaan dengan acara Pembekalan Teknis Pelaksanaan Jaminan Sosial bagi Lembaga/Wadah/Kelompok yang diadakan oleh Kemenaker, Direktorat Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Direktorat Jenderal Pembinanaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, dihadiri oleh Dirjen Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Wahyu Widodo.

Program JKM diberikan kepada ahli waris almarhum Hendri, yakni Yanti Kurniati sebesar Rp 24.045.390, almarhum Sutriono ahli warisnya Zubaidah sebesar Rp 24.000.000 dan almarhum Sinema Daeli ahli warisnya Filifi Daeli sebesar Rp 24.000.000. Anggaran tersebut bakal digunakan mereka untuk membantu pembiayaan anak dan keluarga.

"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur ada santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Ini sangat membantu keluarga kami," kata Yanti Kurniati, Minggu (10/2/2019).

Ia memesankan kepada warga lain untuk ikut menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Apalagi bagi para suami yang bekerja di lapangan yang penuh risiko.

"Kita sangat tidak berharap, suami kita, atau keluarga kita mengalami kecelakaan kerja. Namun risiko itu kadang tidak dapat dielakkan, maka itu saya merasa betapa pentingnya masuk BPJS Ketenagakerjaan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BPJS Ketenagakerjaan Siak Yusuf Delfi mengatakan santunan JKM ini diberikan kepada ahli waris tenaga kerja yang mengalami kematian ketika bekerja. Santunan diberikan kepada ahli waris dari almarhum.

"Sengaja sekalian kita barengi pada acara pelatihan teknis. Sehingga para ahli waris tenaga kerja yang meninggal dapat langsung berjumpa degan Bapak Dirjen," kata dia.

Acara itu juga diikuti oleh seluruh lembaga wadah dan kelompok jaminan sosial tenaga kerja. Kegiatan itu perlu diadakan, sebagai bekal secara teknis oleh regulator kepada tenaga kerja, agar dapat terpenuhinya pengetahuan tenaga kerja.

"Bagaimana harusnya tenaga kerja itu tahu dengan jaminan tenaga kerja tersbut," kata dia.

Kasubdit PHI dan Jamsos Sumirah menjelaskan, acara tersebut sebagai bentuk nawacita dalam memberikan perlindungan tenaga kerja dan pembinaaan.

Pihaknya memberikan support dan harapan bahwa tenaga kerja harus mengetahui dan ikut dalam jaminan sosial ini.

"Kegiatan ini dalam rangka memberikan kesadaran terhadap tenaga kerja bahwa perlunya perlindungan tersebut," kata dia.

Sedangkan output acara itu untuj memperluas kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan untuk pekerja. Sebab, hal itu wajib bagi pekerja bukan hanya penerima upah tapi juga bukan penerima upah.

Misalnya bagi petani, pedagang, nelayan, tukang ojek, tukang bangunan, sopir dan lain-lain.

"Kita berharap warga di Siak ini ikutlah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ini cara negara untuk memberikan perlindungan sosial bagi seluruh masyarakat," kata dia. (*)


Penulis: Mayonal Putra
Editor: Ariestia