BPJAMSOSTEK Siapkan Santunan buat Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ182


Posted : 14-01-2021 17:11:01


Abu Ubaidillah - detikNews


Pihak Angkasa Pura II membentuk crisis center di Bandara Soekarno Hatta terkait insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. Crisis center banyak didatangi keluarag korban.

Foto: Rengga Sancaya


Jakarta - Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 rute Jakarta-Pontianak dinyatakan jatuh. Atas kejadian ini BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan memastikan perlindungan atas program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) atau Jaminan Kematian (JKM) bagi para korban.


Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Khrisna Syarif mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran melalui Layanan Cepat Tanggap BPJAMSOSTEK. Untuk sementara, pihaknya telah mendapat data para pekerja Sriwijaya Air dan NAM Air yang sedang bertugas.


"Jika mengetahui ada dari korban yang sedang menjalankan tugas kedinasan, agar menginformasikan kepada BPJAMSOSTEK melalui kanal informasi resmi kami atau kantor cabang BPJAMSOSTEK terdekat. Kami pastikan santunan yang akan diberikan sampai ke ahli waris para korban," kata Krishna dalam keterangan tertulis, Minggu (10/1/2021).


Ia menjelaskan kanal informasi yang dimaksud adalah layanan contact center 175, Facebook BPJS Ketenagakerjaan, dan Twitter resmi @bpjstkinfo. Menurutnya seluruh insan BPJAMSOSTEK siap membantu menerima laporan atau informasi dari keluarga korban Sriwijaya Air SJ182.


Krishna mengatakan jika pekerja mengalami kecelakaan dan meninggal dunia ketiak bertugas atau dalam suatu kegiatan terkait dengan kedinasan, ahli waris pekerja berhak mendapatkan santunan program JKK sebesar 48 kali upah terakhir yang dilaporkan kepada BPJAMSOSTEK. Selain itu anak ahli waris pekerja juga berhak atas beasiswa pendidikan dan sekolah dasar hingga kuliah bagi 2 orang anak senilai maksimal Rp 174 juta.


"Demikian juga jika ada dari pekerja yang menjadi korban meski tidak sedang bertugas atau dalam kedinasan, tetap berhak atas santunan Jaminan Kematian senilai Rp 42 juta yang akan diberikan kepada ahli waris yang sah. Untuk program ini juga berlaku beasiswa bagi 2 orang anak pekerja," katanya lebih lanjut.



Ahli waris pekerja yang meninggal dunia karena kecelakaan tersebut juga otomatis mendapatkan Jaminan Hari Tua (JHT) yang merupakan tabungan pekerja semasa masih aktif bekerja. Tak lupa Krishna atas nama manajemen BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang menimpa penumpang Sriwijaya Air SJ182.


"Semoga amal ibadah mereka diterima dan keluarga yang ditinggalkan juga diberi keikhlasan dalam menghadapi musibah ini," pungkasnya.


(akn/ega)